BETAPA banyak masyarakat kita yang tidak mampu berlogika secara “clara et distincta”. Yaitu cara berlogika yang jelas dan benar. Hal ini bisa saya maklumi karena sistem pendidikan kita tidak mengajarkan cara berpikir kecuali cara menghafal.

Beberapa contoh

1.Dulu, ketika Roy Marten ditangkap polisi karena kasus narkoba, maka isteri Roy Marten, Anna Maria (kalau tidak salah ingat) mengatakan kepada para wartawan “Ya, itu sudah takdir Tuhan. Kita terima saja dengan sabar”

2.Kemudian di MetroTV, Minggu, 11 April 2010 dalam acara Just Alvin, Emilia Contessa yang menjadi calon bupati Jember mengatakan “Menjadi presiden…dan lain-lain itu kan takdir Tuhan”.

Terus terang, saya yang beruntung pernah memperdalam ilmu logika (epistemologi) Filsafat merasa prihatin. Kalau ucapan-ucapan itu didengar orang awam, tentu akan ditelan mentah-mentah.

Namun sebelumnya kita kenal dulu tiga pola pikir umat Islam:

1.Pola pikir dogmatis.

Mengatakan bahwa semua kejadian di dunia ini merupakan takdir Tuhan.

Bahkan daun-daun yang jatuhpun merupakan takdir Tuhan.

Faham ini tentu mengabaikan pertimbangan freedom dan rasionalitas.

2.Pola pikir rasionalistis

Mengatakan bahwa semua kejadian di dunia ini merupakan bentuk kebebasan dan rasionalitas di mana semua kejadian terjadi dengan sendirinya secara rasionalitas tanpa ada campur tangan dari Tuhan.

3.Pola pikir moderat

Mengatakan bahwa ada kejadian di dunia yang merupakan takdir Tuhan dan ada kejadian yang bukan takdir Tuhan.

Kebetulan saya menganut pola pikir ini.

A.Dua macam takdir (determinism)

1.Takdir absolut

Adalah segala dan semua kejadian yang samasekali tidak bisa dihindarkan oleh kemauan atau tindakan apapun oleh manusia.

Contoh takdir yang tidak bisa diubah manusia

Kalau Anda lahir dengan dua mata, maka itulah takdir yang tidak bisa diubah oleh manusia.Dengan cara apapun Anda tidak bisa mengubah jumlah mata Anda menjadi tiga mata atau empat mata.

2.Takdir relatif.

Namun takdir ada yang bisa diubah oleh manusia.

Contoh takdir yang bisa diubah oleh manusia

Kalau putera/puteri Anda lahir dengan bibir sumbing, maka dengan kemajuan teknologi dan tersedianya dana, maka putera/puteri Anda bisa disempurnakan bentuk bibirnya, walaupun tidak 100 persen sempurna.

B.Bukan takdir atau nasib (freedom)

1.Kasus Roy Marten bukan takdir Tuhan

Soal Roy Marten ditangkap polisi karena kasus narkoba, itu adalah akibat kesalahan Roy Marten sendiri. Tidak atas perintah Tuhan. Soalnya, memakai narkoba atau tidak memakai narkoba adalah pilihan Roy Marten.

2.Kasus pernyataan Emilia Contessa bukan takdir Tuhan

Salah besar kalau dia mengatakan orang yang menjadi presiden dll itu karena takdir. Kalau memang jadi presiden, gubernur,bupati itu merupakan takdir, buat apa mengeluarkan biaya kampanye hingga milyaran rupiah? Kalau memang takdir, ya tidak usah kampanye. Seseorang menjadi presiden dll adalah karena usaha. Bukan karena takdir.

Perihal rezeki, jodoh dan kematian

Pencerahan mengenai masalah rezeki, jodoh dan kematian.

Hampir semua orang berpendapat bahwa, rezeki,jodoh dan kematian itu merupakan takdir Tuhan.Pernyataan itu benar, tetapi harus dibagi dua.

Rezeki dan jodoh

Merupakan takdir yang bisa diubah. Banyak contoh orang yang miskin bisa berubah menjadi kaya raya. Banyak contoh orang yang tidak berjodoh, karena nawaittu (niat) nya sungguh-sungguh maka dia akhirnya mendapatkan jodoh juga.

Kematian

Kematian yang tidak bisa dihindari merupakan takdir.

Kasus

-Apakah orang yang dibunuh itu takdir?

Sejauh itu tidak bisa dihindarkan, maka itu takdir (determinism)

-Apakah orang yang melakukan pembunuhan merupakan ditakdirkan Tuhan untuk membunuh?

-Tidak! Sebab perbuatan membunuh bisa dihindarkan manusia (freedom)

Catatan

-Logika terbunuh dan logika membunuh adalah dua logika yang berbeda.

Logika terbunuh adalah logika takdir atau Logika Tuhan.

Sedangkan logika membunuh adalah bukan logika takdir atau Logika Manusia. Logika ini memang termasuk logika yang mungkin cukup sulit dipahami.Namun sesungguhnya kedua logika itu memang bisa berjalan bersama-sama.