Posts from the ‘Philosophy’ Category

POLIGAMI? HARUSKAH?

Jegerr!!! Dafuq!! Apa maksud lu!! mungkin ini yang akan terlontar dari teman2 sekalian atau para wanita yg mencintai gue (eciyeee…), but easy gals, artikel ini saya tulis atas undangan diskusi mbakyu gue Safida Sofranita untuk bisa membahas ini, oke? cekidot…poligami

Gue heran (menurut pribadi gw) kenapa isu Poligami ini semakin booming diungkap, bahkan ada UU yg melarang pegawai negri berpoligami, bahkan disalah satu surat kabar nasional mengatakan akan ada rancangan hukum agama yang akan mengatur larangan berpoligami (nah lo bukannya ini hukum agama yak?). Seorang suami dilarang berpoligami, sedangkan masyarakat umum seperti tak mau tau tentang tindakan perselingkuhan dan perzinahan seorang suami dengan wanita yang lain, coba deh bedakan perspektif masyarakat tentang pelaku poligami dan pelaku perselingkuhan? suami pelaku poligami tampak dicaci, di hujat bahkan ditinggalkan oleh ummatnya (contoh Aa Gym) tapi pelaku perselingkuhan paling banter di sentil “maklum puber kedua…” oleh masyarakat (cuma bangsa Indonesia yang punya masa pubertas sampai dua kali!!!), dan ironisnya lagi, pada saat yang sama, kelompok sekuler, justru melindungi, dan mempromosikan perzinahan baik perselingkuhan mau pun pelacuran, acara yang mengobral pornografi, kumpul kebo, pelacuran, ditayangkan di mana-mana, sementara kondom dan obat kuat juga dipromosikan secara terbuka (semoga artikel ini gak dibaca nyokap gue,,) bahkan yang lebih serem nih ya istilah “Pelacur” dirubah jadi “Pekerja Seks Komersial”, sehingga para pelacur yang kerjanya cuma (maaf) “mengangkang” dianggap sedang “bekerja” sedangkan pekerja pabrik yang emang beneran pekerja disebut buruh bukan pekerja,, nah lo,, semakin gebleg kan bangsa ini??? so mungkin saudara, teman, pacar, dan rival2 sekalian menganggap ne bocah songong amat kayaknya ngedukung banget poligami??!!! aduh2 bukan bang bukan,, #asah golok, saya bukan memberikan dukungan tapi coba memilah perspektif bangsa ini terhadap isu poligami vs moralitas saat ini, gini aja ketimbang gue berargumen mari kita kaji perspektif agama mengenai poligami (yang Atheis maaf ye sabar dulu..)

Menurut ajaran agama (dalam hal ini Islam) Poligami lebih baik daripada berselingkuh atau berzinah dengan pelacur dan katanye sih Poligami itu halal, sementara selingkuh atau pelacuran itu haram ne gue comot dasar hukum Islam tersebut dari Al-Qur’an:

“Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS An-Nisa: 3)

ada satu lagi ni tapi yg gue liat Ayat di bawah ni yang sering digunakan dalil untuk menolak poligami tapi menurut gue ini sih sarat atau tata cara berpoligami dan sebetulnya membolehkan poligami (ahli tafsir Al-Qur’an tlong tanggapi):

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.: [An Nisaa’:129]

Ayat di atas sono Allah menegaskan bahwa manusia tidak akan dapat adil secara sempurna kepada istri-istrinya, tapi menurut gue meski demikian bukan berarti melarang poligami, tapi menyuruh manusia agar tidak terlalu condong pada yang dicintai dan membiarkan yang lain terlantar. Adil yang dimaksud adalah adil dalam hal pemberian materi dan giliran. dan ada Ayat yang mengatakan

Sesungguhnya telah ada bagi kamu pada Rasulullah suri teladan yang baik” [Al-Ahzab : 21]

jadi gak perlu sungkan lagi kan Poligami yang dilakukan Rasululloh adalah baik adanya benaer gak? tapi gak adil banget kalo hanya dari perspektif Islam bukan? tau gak sih bukan hanya Islam aja yg menghalalkan poligami ni menurut resensi yg gue baca, jika kita baca Alkitab, kita akan mengetahui bahwa ternyata banyak Nabi mau pun orang biasa yang diurapi (diberkahi) Tuhan melakukan poligami. Daud sampai beristri 100 orang, Salomo 1000 orang, Yakub 4, Abraham selain punya 2 istri (Sarah dan Hagar) juga punya beberapa gundik. Silahkan baca Alkitab: I Raja-Raja 11:1-3, Kejadian 29:28-30, I Tawarikh 14:3, Tawarikh 3:1-9. (cuma resensi injil sayangnya gda teks tertulisnya tapi seperti itu lah) nah berbeda lagi dalam agama hindu Poligami dilakukan bertujuan untuk kepentingan politik (seperti raja2 yang mengambil istri dari kerajaan lain untuk kepentingan kerajaan) atau untuk harta (seperti seorang suami yg juga menikahi saudara perempuan dari sang istri agar hartanya hanya untuk keluarga itu saja tidak keluar / poligini) nah jd menurut agama Hindu, poligami tetap saja menyimpang, tetapi yang mencengangkan justru Poliandri yang di yang justru di perbolehkan ini saya copas artikelnya (capek nulis) dan ingat ga ada unsur SARA lo ya:

-Poliandri yang dilakukan Drupadi dalam itihasa Mahabharata hendaknya tidak dipandang sebagai perkawinan yang didasari pada kebutuhan sex, tetapi lebih ditekankan pada ajaran etika, yakni: Mentaati perintah Dewi Kunti agar panca Pandawa selalu bersatu dan selalu berbagi dengan saudara-saudara yang lain. Selain itu Drupadi pada kehidupannya yang lampau sebagai seorang gadis tua yang tidak kawin telah memuja Dewa Siwa untuk diberikan suami yang pantas.

Permohonannya itu diucapkan lima kali, maka pada penjelmaannya sebagai Drupadi, Dewa Siwa memenuhi permintaan itu dengan memberikannya lima orang suami dari kesatria utama.

-Drupada berkata: “Perbuatan itu tidak dilarang oleh Weda”. Yudistira berkata: “Dalam Purana ada kisah tentang Jatila, gadis berbudi luhur yang kawin dengan 7 orang sadu”.

Dewi Kunti berkata: “Yudistira benar karena ia hanya melaksanakan apa yang kusuruh”. Drustajumna berkata: “Kesusilan adalah perkara yang sangat pelik”.

Bhagawan Abyasa berkata: “Drupadi telah menerima berkah Dewa Siwa ia akan kawin dengan 5 kesatria utama yang bersaudara; adakah manusia yang berani menentang kehendak Siwa?

(http://stitidharma.org/poliandri-vs-poligami/)

tetapi sebenarnya Monogamilah yang paling dijunjung Hindu. (mungkin bagi yg beragama hindu bisa dijelaskan.. ^_^)

nah mari berlogika,, menurut pandangan Atheis ataupun Agnosticism bahkan Soekarnoeis, setelah membaca penjabaran gue diatas mungkin akan teriak “Fucking with those religion!!!” eits sabar dulu bos dan mbak semua,, karena Atheis terutama Agnostik lebih mengedepankan logika mari berlogika,, dari penganut Soekarnoeis dulu, lu tau kan kalo dari 4 presiden Indonesia, Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, 3 di antaranya diisyukan punya wanita lain di samping istri pertama (kalau Soekarno jelas punya banyak istri). Presiden AS pun banyak yang punya berhubungan seks selain dengan istri pertamanya, contohnya: Bill Clinton, John F Kennedy, Roosevelt, Thomas Jeffferson, Grover Cleveland, Woodrow Wilson, Warren Harding, Eisenhowe. nah lo,, Soekarno aja menganut Poligami, bahkan Hundredgami (istilah untuk Poligami yg kebanyakan hehehe) dari paparan Logika yang dianut Agnostik dan Atheis pun seperti ini, logikanya gini

di Bali Post gue liat artikel yg menyebutkan jumlah wanita 2% lebih banyak dari pria

Cek > (http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/9/27/op1.htm)

atau lebih banyak 4,4 juta dari pria. Nah logikanya gini, jika ada 2 juta wanita menikah,trus nih jika poligami dilarang, akan ada 2 juta wanita yang tidak menikah. nah lo yang 2 juta lagi itu gak bisa punya suami gitu? gak adil dong?okelah dari sisi ekonomi mungkin wanita tersebut bisa memenuhi dengan bekerja. Tapi bagaimana dari sisi kebutuhan biologis? Jika poligami diharamkan, untuk memenuhi kebutuhan seksnya mereka akan jadi pelacur, simpanan, atau istri ke 2 gitu? Berapa banyak wanita yang dibunuh karena meminta dinikahi sementara si pria sudah punya istri? Berapa banyak bayi digugurkan karena anak lahir di luar nikah cz Poligami dilarang dan akhirnya para wanita mencari suami orang untuk diajak berselingkuh? Berapa banyak istri ke 2 yang harus dicerai karena monogami yang dipaksakan? Berapa banyak anak yang lahir tanpa bapak untuk mengasuh dan menafkahinya? karna Logikanya gini, anak yang lahir dari pasangan nikah yang sah pasti akan mempunyai hak terhadap warisan sang Ayah (cb liat peraturan hak waris) nah anak dari hasil kumpul kebo gimana? paling bapaknya bilang “ahh paling itu anak lu dari cowok lain!!lu kan murahan??!!” nah lho,,?? setidaknya kan dengan poligami (pernikahan yang sah) yg bertujuan untuk menghindari zina akan ada dasar hukum yang kuat untuk menyelamatkan masa depan sang anak dan memperjelas status sang istri bukan?? hayo mana yg lebih baik? gini deh gue kasih chart untuk kita berlogika mengenai nasib 2 juta wanita yang gak bisa dapat suami cz diserobot 2 juta wanita yg lain tadi, “Lalu bagaimana nasib 2 juta wanita yang tak bersuami tadi???”

A. Terus menjalani hidup dalam kesendirian dan kepahitan?? (sabar neng,,, 😥 )

B. Berselingkuh dengan suami 2 juta wanita lainnya. (ketahuan hamil?? gak takut ahh kan ada alat kontrasepsi kalo tetep hamil bisa aborsi juga..??) atau

C.  Mungkin mereka mau dikawini oleh laki-laki yang sudah beristeri yang kiranya mampu memberi nafkah dan dapat bergaul dengan baik (halal dan gak zina) ????

tentu opsi yg paling baik adalah Poligami bukan? okelah “fuck with those religion” itu diungkapkan, tapi kita kan mahluk yang bermasyarakat, tentu sisi moral harus dijunjung tinggi bukan? lu mau lu di gorok cz zina ama suami orang?? gak kan ya?? hehe.. sekali lagi,lihatlah Poligami sebagai tindakan yang memuliakan wanita tindakan yang dimana seorang suami mengikat wanita dengan status yang jelas, memberikan jaminan nafkah dll bedakan dengan selingkuh yg sama sekali hubungan tanpa ikatan, membuat wanita terlihat hina? okelah mungkin pertanyaannya ya jgn dong selingkuh??!! nah trus gimana nasib wanita lainnya? mereka ga bisa punya suami, gak bisa selingkuh juga? lu mau digituin atau punya nasib kayak gitu kan?

akhirnya,, gue dengan artikel yang gue tulis diatas gak menyarankan untuk berPoligami, silahkan para lelaki mempunyai satu istri, setia dengan istri anda pergaulilah ia dengan baik. tapi setelah penjabaran diatas saya harap setidaknya pandangan buruk kita mengenai Poligami mari kita ubah, setidaknya poligami lebih baik dari kumpul kebo atau selingkuh cz poligami menghindari zina, dan semoga gue setia ama satu istri kelak amin,,,

silahkan di share atau didiskusikan atau mungkin ada sanggahan atau tambahan?? monggo..kalau mau mari berbincang-bincang di https://www.facebook.com/PratamaEkoYulianto add ya 🙂 hehe..

Iklan

APAKAH “KEBETULAN” ITU ADA?

leader

ADA yang berpendapat bahwa kehidupan ini semuanya ditentukan Tuhan (determinisme). Ada juga yang berpendapat bahwa kehidupan ini tergantung manusianya (freedom). Padahal yang benar adalah perpaduan antara determinisme dan freedom. Juga adanya faktor-faktor kebetulan (by accident).

Bahkan Carl Gustav Jung mengatakan “Hanya orang bodoh yg percaya kepada kebetulan”. Sementara Albert Eistein mengatakan “Tuhan tidak bermain dadu”. Harus dipahami bahwa Carl Gustav Jung adalah pakar psikologi, bukan pakar ilmu logika. Sementara Albert Eistein adalah pakar Ilmu Fisika, bukan pakar ilmu logika. Artinya, apa yang mereka katakan harus dipahami dalam konteks yang benar. Keduanya hanya berpikiran berat sebelah, yaitu hanya percaya adanya determinisme. Sebuah logika yang tidak sempurna.

Sebuah kebetulan (sering dinyatakan sebagai kebetulan belaka) adalah kumpulan dari dua atau lebih peristiwa atau kondisi, berkaitan erat dengan waktu, ruang, bentuk, atau asosiasi lain yang muncul tidak akan menanggung hubungan sebagai penyebab baik untuk efek atau efek dari pengentahjawantahan penyebab (Maaf pake bahasa baru hehe..), dalam pengamat atau pemahaman pengamat ‘dari apa penyebabnya dapat menghasilkan efek apa.

Misalnya kita memandang kebetulan itu adalah bagian dari sistem dan jaringan yang rumit yang merupakan bagian Determinism pandangan yang misalnya sesungguhnya semua ciptaan Tuhan sudah dilengkapi dengan “program” yang akan terjadi dengan sendirinya. Untuk alam sudah dilengkapi dengan “logika alam” atau “hukum alam” dan untuk manusia dilengkapi dengan “logika manusia” atau hukum manusia. apakah cukup? bagaimana kalau eksistensi Tuhan itu tidak nyata lalu masih berlakukah pola Determinisme ini?? balikkan lagi deh ke pertanyaan tentang “kebetulan” tadi,, bukankah derajatnya sama tentang kebetulan dan Than tadi, sesuatu yang tidak Provable? tetapi dampaknya nyata kan? iya kan? #Maksa hehe,,

Nah bagaimana kalau kita melihatnya dari sisi Choice atau hak kita, kemampuan kita untuk memilih, atau freedom yang menjadi sifat dasar kita? Kalau Nabi Aam dan Siti Hawa memakan buah terlarang, itu bukan karena determinisme, tetapi karena Nabi Aam dan Siti Hawa menggunakan freedom yang dimilikinya.

Lalu kita bandingkan dengan By accident misalnya Kenapa SBY yang terpilih sebagai presiden? Kebetulan, SBY (yang memiliki freedom) ikut dalam pemilu. Secara kebetulan pula 62% pemilihnya masih buta politik.Mereka memilih presiden hanya berdasarkan “ilmu kira-kira” yang bersifat spekulatif.

Perpaduan determinisme,freedom dan by accident
Sesungguhnya semua ciptaan Tuhan memiliki ketiga aspek tersebut. Dan ini hanya bisa dipahami di dalam konteks Logika Tuhan. Bukan di dalam konteks Logika Manusia. kalau Atheis misalnya menyanggah hal ini, lalu yang menjadi pertanyaannya adalah,, kenapa menyanggah? bukankah kebetulan yang anda percayai saat ini tidak dapat dibuktikan namun nyata dan anda alami??? bagaimana dengan Tuhan?? hayooo…. hehe

Catatan:
Kata “determinisme”,”freedom” dan “by accident” harus digunakan pada “case” yang tepat.

Apa Beda Takdir (Determinism) dan Nasib (Freedom)?

BETAPA banyak masyarakat kita yang tidak mampu berlogika secara “clara et distincta”. Yaitu cara berlogika yang jelas dan benar. Hal ini bisa saya maklumi karena sistem pendidikan kita tidak mengajarkan cara berpikir kecuali cara menghafal.

Beberapa contoh

1.Dulu, ketika Roy Marten ditangkap polisi karena kasus narkoba, maka isteri Roy Marten, Anna Maria (kalau tidak salah ingat) mengatakan kepada para wartawan “Ya, itu sudah takdir Tuhan. Kita terima saja dengan sabar”

2.Kemudian di MetroTV, Minggu, 11 April 2010 dalam acara Just Alvin, Emilia Contessa yang menjadi calon bupati Jember mengatakan “Menjadi presiden…dan lain-lain itu kan takdir Tuhan”.

Terus terang, saya yang beruntung pernah memperdalam ilmu logika (epistemologi) Filsafat merasa prihatin. Kalau ucapan-ucapan itu didengar orang awam, tentu akan ditelan mentah-mentah.

Namun sebelumnya kita kenal dulu tiga pola pikir umat Islam:

1.Pola pikir dogmatis.

Mengatakan bahwa semua kejadian di dunia ini merupakan takdir Tuhan.

Bahkan daun-daun yang jatuhpun merupakan takdir Tuhan.

Faham ini tentu mengabaikan pertimbangan freedom dan rasionalitas.

2.Pola pikir rasionalistis

Mengatakan bahwa semua kejadian di dunia ini merupakan bentuk kebebasan dan rasionalitas di mana semua kejadian terjadi dengan sendirinya secara rasionalitas tanpa ada campur tangan dari Tuhan.

3.Pola pikir moderat

Mengatakan bahwa ada kejadian di dunia yang merupakan takdir Tuhan dan ada kejadian yang bukan takdir Tuhan.

Kebetulan saya menganut pola pikir ini.

A.Dua macam takdir (determinism)

1.Takdir absolut

Adalah segala dan semua kejadian yang samasekali tidak bisa dihindarkan oleh kemauan atau tindakan apapun oleh manusia.

Contoh takdir yang tidak bisa diubah manusia

Kalau Anda lahir dengan dua mata, maka itulah takdir yang tidak bisa diubah oleh manusia.Dengan cara apapun Anda tidak bisa mengubah jumlah mata Anda menjadi tiga mata atau empat mata.

2.Takdir relatif.

Namun takdir ada yang bisa diubah oleh manusia.

Contoh takdir yang bisa diubah oleh manusia

Kalau putera/puteri Anda lahir dengan bibir sumbing, maka dengan kemajuan teknologi dan tersedianya dana, maka putera/puteri Anda bisa disempurnakan bentuk bibirnya, walaupun tidak 100 persen sempurna.

B.Bukan takdir atau nasib (freedom)

1.Kasus Roy Marten bukan takdir Tuhan

Soal Roy Marten ditangkap polisi karena kasus narkoba, itu adalah akibat kesalahan Roy Marten sendiri. Tidak atas perintah Tuhan. Soalnya, memakai narkoba atau tidak memakai narkoba adalah pilihan Roy Marten.

2.Kasus pernyataan Emilia Contessa bukan takdir Tuhan

Salah besar kalau dia mengatakan orang yang menjadi presiden dll itu karena takdir. Kalau memang jadi presiden, gubernur,bupati itu merupakan takdir, buat apa mengeluarkan biaya kampanye hingga milyaran rupiah? Kalau memang takdir, ya tidak usah kampanye. Seseorang menjadi presiden dll adalah karena usaha. Bukan karena takdir.

Perihal rezeki, jodoh dan kematian

Pencerahan mengenai masalah rezeki, jodoh dan kematian.

Hampir semua orang berpendapat bahwa, rezeki,jodoh dan kematian itu merupakan takdir Tuhan.Pernyataan itu benar, tetapi harus dibagi dua.

Rezeki dan jodoh

Merupakan takdir yang bisa diubah. Banyak contoh orang yang miskin bisa berubah menjadi kaya raya. Banyak contoh orang yang tidak berjodoh, karena nawaittu (niat) nya sungguh-sungguh maka dia akhirnya mendapatkan jodoh juga.

Kematian

Kematian yang tidak bisa dihindari merupakan takdir.

Kasus

-Apakah orang yang dibunuh itu takdir?

Sejauh itu tidak bisa dihindarkan, maka itu takdir (determinism)

-Apakah orang yang melakukan pembunuhan merupakan ditakdirkan Tuhan untuk membunuh?

-Tidak! Sebab perbuatan membunuh bisa dihindarkan manusia (freedom)

Catatan

-Logika terbunuh dan logika membunuh adalah dua logika yang berbeda.

Logika terbunuh adalah logika takdir atau Logika Tuhan.

Sedangkan logika membunuh adalah bukan logika takdir atau Logika Manusia. Logika ini memang termasuk logika yang mungkin cukup sulit dipahami.Namun sesungguhnya kedua logika itu memang bisa berjalan bersama-sama.